Perhatikan Payudaramu Jangan Sampai Ada Benjolan Serius
Assalamualaikum Ibu-ibu apa kabar? Semoga dalam keadaan sehat selalu, Alhamdulilah emak juga sehat meskipun kantongnya lagi tidak sehat. Kali ini emak bau bahas tentang kesahatan ya, mungkin aja ada ibu yang juga pernah mengalaminya jadi kita bisa share pengalaman. "Mak uji wong emak tu bebagi ceritolah."
Kemaren emak habis besuk teman emak yang habis menjalani operasi payudara. Setelah emak pikir banyak juga teman emak yang menjalani operasi payudara dan rata-rata mereka yang menjalani operasi belum menikah atau masih gadis, sama kayak emak dulu juga operasi payudara sebelum nikah juga. Tunggu ini operasi bukan membesarkan payudara ya, tapi mengecilkan payudara karena ada tumbuh benjolan berupa tumor.
Tumor payudara itu sendiri terdiri dari dua macam ada yang jinak, ada yang ganas yang sering disebut kanker bukan kantong kering ya, dan ada juga prakanker. Bingung nggak sih sampai sini? Kalau emak sih pasti bingung hanya dokter yang ahli bisa menjelaskan apakah tumor itu berbahaya atau tidak.
Kalau emak dulu waktu tau ada benjolan di bagian kanan payudara awalnya tidak terlalu cemas karena waktu tau itu benjolannya masih kecil, tidak nyeri dan elastis atau bisa berpindah. Kira-kira satu tahun emak diemin aja, eh benjolannya membesar, agak padat atau tidak elastis terus kalau emak terlalu capek ada rasa ngilu sedikit. Panik? Tentu paniklah ya, emak tidak tau apakah benjolan itu bermutasi dari jinak jadi ganas.
Emak berbagi cerita dengan teman yang pernah alami, terus emak urus bpjs kesehatan dengan bismillah emak memberanikan diri untuk melakukan pemeriksaan ke rumah sakit. Waktu periksa ,dokter menyarankan untuk operasi pengangkatan tumor karena rumah sakit tempat emak tidak secanggih rumah sakit di kota besar, dimana tanpa sample tumor bisa diketahui jika itu tumor jinak atau tumor ganas. Dengan berani tapi tidak juga sih emak ikut saran dokter untuk operasi yang Alhamdulillah berjalan lancar tanpa halangan. Sayang waktu itu tidak ada yang bisa fotoin tumor pasca operasi karena ibu agak gaptek sama ponsel dan emak sendiri masih teler karena bius.
Emak deg-deg banget waktu Menunggu PA atau hasil pemeriksaan tumor karena keluarnya agak lama kira-kira satu bulan sama kayak persiapan pernikahan menuju hari-H, hahaha. Alhamdulillah ternyata hasilnya tumor jinak dan tidak berbahaya.
Nah disini emak akan membahas berbagai jenis tumor payudara yang beragam ya ibu-ibu karena tumor itu ada yang bulat kenyal dan bergerak, ada bulat namun tidak bergerak, ada yang berbentuk lonjong seperti kacang polong, bahkan ada yang seperti irisan daging punya pangkal tapi nggak punya ujung, kayaknya suka- suka si tumor mau bentuk gimana, ya sutralah yang penting kita tau jenis- jenisnya, yang pertama ada:
- Fibroadenoma
Fibroadenoma ini ibu, tergolong tumor jinak yang sering terjadi pada perempuan berusia 20 atau 30 tahun. Fibroadenoma berbentuk bulat, padat, kenyal, dapat bergeser jika diraba dan tidak terasa nyeri. Tumor ini terkadang dapat hilang dengan sendirinya, tapi apabila bersifat menetap dan membesar maka akan ditangani dengan jalan operasi. Setelah operasi sebaiknya jaga pola hidup terutama makanan ya bu, karena ada sebagian perempuan mengakui jika tumor ini muncul lagi setelah mereka menjalani operasi.
- Kista Payudara
Ibu-ibu pasti sering mendengar kata kista bisa kista di rahim, kista di ginjal pokoknya dimana kista mau tumbuh termasuk di payudara. Kista adalah kantong yang berisi cairan di payudara, yang biasanya non kanker. Kista memiliki gejala terasa lembek seperti balon yang berisi air atau juga terkadang terasa seperti benda padat, payudara terasa nyeri, benjolan mudah bergeser dengan batasan yang jelas, puting susu mengeluarkan cairan berwarna jernih, kuning atau coklat. Kista ini umumnya menyerang wanita berusia 30-50 tahun, dan akan menghilang setelah menpause kecuali pada wanita yang menggunakan terapi hormon. Kista bisa dilakukan pengangkatan dengan cara operasi atau biopsi tapi jangan mentang- mentang non kanker lalu diabaikan ya, kalau kistanya pecah itu bisa menjadi hal darurat.
- Fibrokistik Mammae
Fibrokistik mamme merupakan salah satu tumor jinak yang timbul akibat perubahan hormonal dari siklus menstruasi. Penyakit ini ditandai dengan benjolan rata dengan batas tegas dan tidak melekat pada jaringan sel atau kulit. Meskipun tidak berbahaya karena bisa menghilang sendiri pasca mentruasi, ibu-ibu tetap perlu mengawasi secara ketat, apabila mengalami nyeri pasca menstruasi harus segera di periksa ya ibu takutnya jadi berubah status, aduh kayak status di ktp aja ya dari gadis jadi ibu rumah tangga.
- Paget's Disease
Paget's Disease atau penyakit paget adalah salah satu penyakit berbahaya yang menyerang kulit sekitar puting dan areola (area yang berwarna gelap di payudara yang mengelilingi puting). Gejala penyakit hampir sama dengan kanker payudara yaitu terjadi benjolan disekitar puting atau areola, benjolan terlihat kemerahan, kulit yang benjol mengeras jika disentuh dan terkelupas, kulit pada puting dan areola menebal, keluar cairan kuning atau darah pada puting, payudara dan puting jadi sensitif dan terasa nyeri. Jadi jangan diabaikan ya ibu-ibu karena penyakit ini sudah tergolong kanker yang akan menyerang payudara juga tulang.
- Displasia Mammae
Displasia merupakan perkembangan sel jaringan yang tidak normal. Sel abnormal pada displasia memilki jumlah sel yang lebih banyak daripada sel sehat. Pertumbuhan sel ini juga sangat cepat dan tidak teratur, namun masih sebatas induk sel dan belum menyebar, oleh karena itu displasia ini dikenal juga sebagai kondisi prakanker, jadi bisa berbahaya bisa juga tidak. Displasia tidak memiliki gejala khusus bila lambat diketahui akan ada benjolan payadura tapi tidak menimbulkan rasa sakit namun jika lambat penanganan atau lambat periksa bisa jadi Displasia sudah menjadi kanker.
- Kanker Payudara
Kanker adalah salah satu tumor ganas yang bukan hanya bisa ditemukan pada wanita tapi juga pada pria, ya, Sebagian besar penderita terdiagnosa kankernya sudah memasuki stadium lanjut, salah satu penyebabnya adalah banyak penderita yang tidak menghiraukan gejala kanker pada gejala awal. Gejala awal payudara
- Payudara atau puting payudara terasa nyeri, sakit menusuk, bengkak atau gejala lainnya.
- perubahan bentuk dan volume payudara karena keberadaan tumor.
- Perubahan tekstur kulit, sebagian menggambarkan memiliki tekstur seperti kulit jeruk.
- Batuk atau suara serak yang tak kunjung reda bukan karena flu dan batuk.
- Perubahan dalam kandung keming atau usus yang membuat siklus BAB jadi tidak teratur.
- Sering merasa gatal yang berlebihan, rasa gatal berlebih menunjukkan cairan yang menumpuk, fungsi getah bening memburuk atau tubuh mencoba membuat pembulu darah baru untuk tumor payudara.
- Sering merasa lemah atau lelah tidak peduli sebanyak apapun istirahat.
Tapi diingat ya ibu belum tentu gejala awal seperti ini merupakan kanker jadi lebih baik lakukan pemeriksaan ke dokter langsung agar bisa mendapat hasil yang lebih akurat. Jadi Sayangilah payudaramu sejak dini dengan melakukan sadari kalo bisa setiap hari, atau nggak seminggu sekali atau minimal deh sebulan sekali ya. Sadari merupakan gerakan dengan menggunakan ujung jari tangan kanan, raba payudara bagian sebelah kiri dengan gerakan atas dan bawah, gerakan lingkaran dan gerakan lurus dari arah tepi payudara ke arah puting atau sebaliknya dari puting kearah tepian payudara sampai bawah ketiak, disaat sadari kita akan merasakan jika ada perubahan pada payudara. Ulangi gerakan yang sama pada payudara sebelah kanan.
Satu hal juga bila ibu-ibu sudah mengalami tanda yang aneh pada payudaramu segera periksa ya, jangan ditunda- tunda karena tumor jinak bisa berubah status menjadi tumor ganad, bukan hanya jomblo aja yang bisa berubah status, tentu saja mencegah lebih baik daripada mengobati dengan cara olahraga teratur, istirahat yang cukup dan lakukan pola makan yang sehat.
Dan Inilah beberapa penjelasan dari emak tentang jenis tumor payudara semoga bermanfaat dan sampai ketemu di catatan emak Ezya berikutnya.


Komentar
Posting Komentar