Pernah dengar?
"Nah anak kau main air ludah kagek botak rambut kau." Atau
"Amen meras pakaian anak tu jangan kuat- kuat liat anak kau menggeliat terus cak ulat."
Emak sering mendengar komentar seperti ini saat baru melahirkan, apalagi mertua emak pemikirannya orang jaman dulu banget yang banyak pantangannya. Sebenarnya komentar seperti ini membangun tidak sih? Mungkin ada sebagian orang menerima masukan seperti ada dan ada juga tidak.
Emak termasuk orang yang bandel mendengar perkataan orang tua, karena emak mencerna ucapan mereka ada yang terkadang masuk akal ada juga yang tidak. Untung saja pasca melahirkan emak tinggal sama mama sendiri yang orangnya realistis dan semua pengasuhan anak emak dia serahkan seutuhnya pada emak, karena dia percaya setiap ibu pasti menginginkan hal terbaik buat anaknya. Nah ada lima mitos yang sering emak dengar dan alami sendiri saat awal melahirkan ezya dulu.
1. Bayi bermain air liur bikin rambut rontok.
Buat yang jadi ibu nih, jangan merasa jijik dulu ya kalau anaknya main air liur sampai mengeluarkan gelembung, memang sih terkesan jorok tapi ini adalah tanda perkembangan yang bagus bagi si bayi ya yang umumnya kebiasaan ini terjadi antara usia dua bulan sampai lima bulan. Para ahli mengatakan kebiasaan ini atau dikenal istilah "blowing raspberry" Merupakan awal dari perkembangan untuk awal bicaranya. Kalau orang dusun emak bilang nih ya "buang ayek liuh bisu," artinya buang air liur penyebab bisu, lalu apa hubungannya dengan rambut rontok?
Sebenarnya si bayi main air liur itu tidak ada hubungannya karena penyebab rambut rontok itu ya faktor hormonal dimana kadar hormon saat hamil berubah ekstrim pasca melahirkan. Bukan dari rambut saja, tapi seluruh kondisi tubuh tentu mengalami perubahan seperti mengembalikan kondisi tubuh seperti sebelum hamil. Satu hal yang perlu diperhatikan nih, saat hamil tentu emak pasti memenuhi asupan gizi buat dedek bayi dari minum susu, minum vitamin, makan makanan bergizi secara otomotis ikut menutrisi kulit kepala sehingga rambut jarang rontok dan biasanya setelah melahirkan emak jarang memperhatikan asupan gizi buat tubuh sendiri karena sibuk belajar menjadi ibu baru, benar tidak sih. Terkadang emak merasa mitos ini fakta.
Kalau liat foto ini emak berasa percaya sana mitosnya
2. Memeras pakaian bayi kuat-kuat bikin menggeliat.
Emak pernah dimarahi ibu gara-gara cuci baju Ezya memerasnya kenceng kali biar cepet kering, katanya, "nanti anak kamu sering menggeliat kayak baju yang kamu peres." Awalnya percaya saja saat liat anak emak emang sering menggeliat sambil nangis gitu, keesokan harinya pas nyuci baju perasnya pelan-pelan biar Ezya tidak menggeliat lagi, ternyata salah besar dan hanya mitos.
Bayi menggeliat itu bukan karena bajunya diperas kuat, sekilas kalau lihat anak emak menggeliat emang mirip baju diperas. Sebenarnya anak menggeliat itu ada beberapa kemungkinan, yang pertama karena perutnya kembung sehingga membuatnya tidak nyaman, yang kedua ngulet merenggangkan otot tubuh dan yang ketiga sulit BAB, jadi diperhatikan sekali buat ibu-ibu kenapa adek bayi nya suka sekali menggeliat.
3. Memotong buku mata bayi dapat membuatnya lentik.
Aduh yang ini sudah emak lakuin dah, karena kemaren uwak sebelah rumah bilang kalau mau bulu mata anak emak lentik harus digunting rapi nanti baru lentik.
Karena tergoda bulu mata lentik, jadi emak gunting deh bulmat nya si Ezya. Duh susah- susah gampang karena anak emak mudah terbangun alhasil bukannya lentik malah bulu matanya botak karena kependekan gunting tapi syukur karena sekarang bulu matanya sudah panjang lagi, kalau tidak ya gitu lah yah.
4. Mencukur rambut bayi biar tumbuh tebal atau lebat.
Sebenarnya sah-sah aja sih kalau ibu- ibu pada mencukur rambut dedek bayi ketika sudah berusia empat puluh hari karena mencukur itu memiliki manfaat seperti menghilangkan kotoran pada kulit kepala dedek bayi.
Memang benar sih waktu anak emak pertama kali dicukur itu pada lapisan kulit kepalanya terdapat lapisan seperti kerak ketika dicukur langsung ikut mengelupas seperti ketombe bayi. Setelah dicukur emak pikir akan tumbuh tebal dan lebat tapi itu hanya mitos soalnya anak emak sampai sekarang rambutnya tumbuh sedikit terpaksa emak bantu dengan lidah buaya biar cepat tumbuh dan rambutnya agak tebal sedikit saja. Jadi itu mitos ya ibu-ibu karena lebat atau tidaknya itu kembali lagi kepada faktor gen kedua orang tuanya.
5. Jangan sering gendong bayi nanti bau tangan atau bau ketek.
Ini nih yang sering emak perdebatin sama laki. Kadang laki itu bisanya mulut nyinyir aja soal anak kadang bantuin kagak alasan capek seharian kerja. Kalau liat anak nangis diatas kasur masa emak tega didiamin aja la pasti emak gendong kan, emak rasa ibu- ibu juga pasti begitu, tapi tenang kita sering menggendong bayi bukan berarti dia jadi bau tangan kok soalnya itu mitos karena setelah dia mlewati masa tiga bulan pertama kebiasaan menangis untuk digendong akan berkurang dengan sendirinya.
Penyebab utama bayi tiga bulan pertama sering menangis seakan minta digendong itu adalah penyesuaian diri terhadap dunia luar. Selama dalam rahim Bayi itu serasa seperti digendong oleh ibunya, kemana-mana pasti dibawa karena tidak bisa ditinggalkan, jadi ketika lahir kedunia perubahan dari dalam rahim membuat bayi tidak nyaman sehingga menjadi rewel. Salah satu cara untuk menenangkannya yaitu dengan cara digendong. Karena merasa nyaman digendong ini jadi ketika bayi diletakkan diatas kasur dia akan menangis seakan minta di gendong lagi, jadi buat ibu apalagi yang baru pertama kali menjadi seorang ibu tidak usah didengerin nyinyiran suami atau orang lain karena sering menggendong adek bayi. Justru sering menggendong itu baik untuk perkembangan dedek bayi loh.
Nah itulah beberapa mitos tentang mengasuh bayi, dan semuanya sudah emak alami sendiri, jadi boleh percaya boleh tidak ya, tapi semoga kita semua lebih bijak menjadi seorang ibu demi kesehatan anak kita
Komentar
Posting Komentar